Lukisan Nong Isa atau Raja Ali Haji

BATAMBANGET.com – Menurut catatan sejarah, Nong Isa disebut-sebut sebagai penguasa pertama di Pulau Batam. Meski hingga kini makam Nong Isa belum diketahui lokasi tepatnya.

Nong Isa yang lebih dikenal sebagai Raja Ali Haji, sekitar 1829 mendapatkan sebuah mandat dari Sultan Riau dan juga diberikan perintah oleh Muda Riau VI agar memerintah pada kawasan Nongsa dan juga wilayah sekitarnya. Surat mandat yang diberikan kepada Nong Isa tersebut dikeluarkan pada 22 Jumadil Akhir 1245 Hijriah atau tahun masehinya jatuh pada 18 Desember 1829. Tanggal tersebut selanjutnya ditetapkan sebagai hari jadi Kota Batam.

Walau demikian, ternyata sosok sang Sultan ini sendiri kurang banyak diketahui oleh masyarakat Kota Batam, terlebih sejarah ini sendiri juga sangat sedikit mendapat tempat dalam kurikulum sejarah daerah bagi siswa dan siswi di Kota Batam.

 

Welcome To Batam, Monumen Ikonik dari Kota Batam

 

Jadi bagaimana bisa lukisan wajah tokoh penting itu telah terpajang di museum Raja Ali Haji sejak Jumat (18/12/2020) lalu?

Lukisan itu dibuat dari penggambaran sosok Nong Isa yang hadir dalam bunga tidur salah satu zuriahnya, yakni Raja Badrillah.

Di mimpi gadis berusia 14 tahun itu, sosok Nong Isa digambarkan berambut agak lebat, bermisai tipis, beralis tebal tapi pendek, hidung mancung sejak dari pangkal, serta berperawakan tinggi.

Seorang pelukis asal Batam, Marani (58), pun diminta untuk melukiskan sketsa wajah Nong Isa berdasarkan penggambaran Raja Badrillah tersebut. Marani mengakui mulanya agak kesulitan menangkap gambaran sosok Nong Isa yang memang tidak memiliki peninggalan foto atau potret terdahulu.

 

Pulau Galang, Ada Destinasi Wisata Terkenal Kamp Pengungsi Vietnam Hingga RSKI Covid-19

 

Sketsa wajah yang semula digambar di atas kertas menggunakan pensil arang itu pun berulang kali direvisi untuk memperoleh kemiripan dengan bayangan ingatan Raja Badrillah yang masih segar membekas.

“Saya melukis sambil mendengarkan uraian Raja Badrillah tentang ciri-ciri Nong Isa dari mimpinya. Potret itu telah direvisi hampir 20 kali sejalan dengan korespondensi dengan yang bersangkutan,” papar Marani.

Sketsa pertama yang dikerjakannya tidak seratus persen diterima oleh Raja Badrillah, pasalnya masih ada beberapa ciri-ciri yang kurang mendekati. Alhasil, Marani pun beberapa kali menggambar ulang potret itu sampai akhirnya mendekati bayangan ingatan Raja Badrillah akan sosok Nong Isa.

Ketika sketsa terakhir telah diterima oleh Raja Badrillah dan dinilai paling mirip dengan bayangannya, Marani pun diminta menghadirkan sketsa tersebut dalam bentuk lukisan hitam putih besar berukuran 120 x 170 cm.

 

Berwisata ke Batam, Ini Dia Hotel dan Resort yang Ngga Bikin Kantong Jebol

 

Ia melukis potret itu dengan menggunakan bubuk arang dan pensil, serta kanvas besar, selama kurang lebih satu minggu. Menurutnya, tidak ada kendala dalam pengerjaan lukisan final tersebut, sebab sketsanya memang telah rampung.

“Lukisan itu saya kerjakan di rumah. Tidak ada kendala, karena sketsa aslinya sudah di-acc oleh Raja Badrillah tanpa revisi lagi,” tutur Marani.

Kendati demikian, proses melahirkan lukisan Nong Isa tersebut menghadirkan pengalaman baru bagi Marani. Sebelumnya, ia juga pernah melukis potret berdasarkan penggambaran ciri-ciri umum serupa.

Namun kali ini berbeda. Marani mengakui adanya semacam atmosfir sakral dan gaib tatkala merampungkan lukisan Nong Isa yang telah dua bulan lebih dikerjakannya itu.

 

Berkunjung ke Batam, Ini Lho Oleh-oleh Kue Kekinian yang Bisa Kamu Beli

 

“Selama melukis potret Nong Isa, beberapa kali saya merasa sekujur tubuh merinding, seperti ada atmosfir yang sakral,” ujar Marani.

Pria kelahiran Belitung ini bersyukur, meskipun prosesnya cukup panjang, namun lukisan yang dibuatnya dapat menjadi bagian dari sejarah Museum Batam Raja Ali Haji.

Saat ini, potret Nong Isa yang telah rampung dipajang di salah satu sudut Museum Batam Raja Ali Haji. Ketika museum tersebut resmi diluncurkan oleh Wali Kota Batam, Muhammad Rudi beserta jajaran FKPD, untuk pertama kalinya potret Raja Isa bin Raja Ali alias Nong Isa disibak dan dipertontonkan kepada khalayak ramai. (*)

 

——

Yuk Join Medsos Batambanget

Like Fanpage Facebook: batam banget

Add Official Line:@batambanget

Follow Twitter: @batambanget

Instagram: @batambanget