Foto ilustrasi, overprotektif pada anak. (Foto: Malay.news)

BATAMBANGET.com – Pengasuhan anak yang protektif sering dianggap sebagai bentuk kasih sayang orangtua kepada anaknya. Mulai dari melindungi anak dari bahaya, serta memberikan aturan seperti kedisiplinan.

Tapi jika pengasuhannya overprotektif, situasi itu bisa membuat anak tidak nyaman. Bahkan, anak akan terganggu privasinya jika orangtuanya terlalu overprotektif.

Salah satu pengasuhan yang terlalu overprotektif mulai dari memantau apa yang anak makan, mengatur pertemanan anak, menghukum anak karena nilai yang buruk, dan sebagainya.

Jangan Dibuang, Ternyata Minyak Jelantah Masih Bisa Dimanfaatkan Lho

Sebagaimana yang dikutip dari HealthShots, risiko dan dampak yang terjadi adalah anak akan lebih berontak dan cenderung tidak bebas. Sehingga mereka mencari pelampiasan di luar.

Tak hanya itu, ada lima dampak negatif jika orangtua mengasuh anak yang terlalu overprotektif.

1. Kurangnya Keterampilan Kognitif

Orangtua yang terlalu overprotektif justru bisa membahayakan hidup anak, salah satunya anak akan kehilangan kemampuan saat membuat keputusan sendiri, sering membuat kesalahan, merasa gagal, dan kehilangan pelajaran berharga. Selain itu, dampak lainnya adalah anak tidak akan pernah belajar bagaimana cara menghadapi masalah maupun konflik di kemudian hari.

Menerapkan Pola Makanan Sehat Sejak Dini, Tips Orangtua Membatasi Asupan Gula pada Anak

2. Menyebabkan Tekanan Mental

Ketika anak-anak Anda sudah mencapai usia dewasa, mereka akan mengalami kecemasan sosial, stres yang tinggi, depresi, dan ketidakmampuan untuk memecahkan masalah. Tentunya, efek ini membuat anak merasa tidak berdaya dan akan menjadi pribadi yang sensitif, naif, dan bermasalah pada mental.

Tak hanya itu, pengaruh overprotektif orangtua juga membuat anak tidak belajar bagaimana mengatasi rasa takut dan keluar dari zona nyamannya.

3. Memiliki Rasa Percaya Diri Yang Rendah

Orangtua yang terlalu mengatur anak dan mengendalikan mereka secara berlebihan, mereka akan sulit membuat keputusannya sendiri. Efek lainnya, anak juga merasa bahwa harga dirinya rendah, sulit mendapatkan kepercayaan, dan tidak memiliki motivasi untuk tujuan hidupnya. Lebih parahnya, pengasuhan orangtua yang seperti ini bikin anak merasa ragu dan menghindari peluang terbaiknya.

Hanya Dipakai Saat Tidur, Apakah Piyama Wajib Dicuci Setiap Hari?

4. Kurangnya Keterampilan Sosial

Orangtua yang terlalu protektif bisa membahayakan potensi diri sang anak. Ketika anak terlalu dibatasi pertemanan dan lingkungan sosialnya, anak akan menjadi sosok yang anti-sosial dan sulit berinteraksi dengan orang lain. Selain itu, kurangnya keterampilan sosial ini juga membuat anak sulit mempertahankan hubungan, baik itu kepada temannya maupun sahabatnya.

5. Bisa Berperilaku Agresif

Orangtua yang sering memarahi dan menghukum anak secara fisik, bisa berdampak negatif pada perilaku anak ke depannya. Secara tidak langsung, orangtua telah memberikan energi negatif pada anaknya, sehingga mereka akan berperilaku agresif dan menjaga jarak dari Anda. Maka jangan heran, jika anak sudah menjadi dewasa, mereka akan berontak dan melawan orangtuanya. (*)

—–

Yuk Join Medsos Batambanget

Like Fanpage Facebook: batam banget

Add Official Line:@batambanget

Follow Twitter: @batambanget

Instagram: @batambanget